Ibnu Sina, atau yang oleh orang Barat dikenal dengan nama Avicenna, dalam salahsatu karya bukunya yang fenomenal Al-Qanun Fitt-Tibb, memaparkan teori besarnya yang mewarnai dunia kedokteran hingga kini, bahwa segala penyakit yang diderita manusia adalah disebabkan oleh tiga hal, yaitu: buruknya hubungan manusia tersebut dengan Sang Penciptanya, buruknya hubungan manusia tersebut dengan sesama manusia, dan buruknya hubungan manusia tersebut dengan alam lingkungan sekitarnya.
Dewasa ini, tak sulit menemukan anak muda yang mengekspresikan kegalauannya. Kita sering menjumpainya di sosial media, mungkin sahabat kita, mungkin keluarga kita, atau bahkan mungkin juga “pemuda galau” itu adalah kita sendiri. Ya! Sesekali galau memang manusiawi, suatu hal yang lumrah diekspresikan oleh manusia. Tapi jika galau sudah menjadi TREND? Sedikit-sedikit galau, sedikit-sedikit galau, Jikalau Gus Dur masih hidup, beliau mungkin akan bilang: “Galau Kok Sedikit”. Padahal, penyakit yang menyerang fisik tubuh manusia banyak dipicu oleh pikiran kacau dan perasaan galau yang berakumulasi.
Sahabat Pembelajar! Tentunya kita tidak akan mudah galau, jika kita telah memilih sudut pandang terbaik dalam melihat dan menyikapi realitas, jika kita telah yakin bahwa apa pun yang terjadi adalah atas izin-NYA, jika kita telah tulus menerimanya, dan jika kita senantiasa bersyukur atas segala apa yang dianugerahkan kepada kita. Berusaha mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, berserah diri, dan memanjatkan doa-doa terbaik, adalah bagian dari cara hidup sehat dan berkualitas.
Begitu juga, tentunya kita akan semakin tenang, jika kita hidup bersama orang-orang yang mencintai kita, keluarga yang baik, rekan kerja yang baik, dan komunitas masyarakat yang baik. Betapa enak dan berharganya hidup satu atap dengan orang-orang positif. Dan ini hanya akan terjadi jika kita mengijinkan dan mengupayakan diri kita untuk memancarkan kebaikan pada sesama.
Demikian pula, betapa damainya hidup dalam alam lingkungan yang seimbang. Airnya yang bersih untuk kita minum, udaranya yang segar untuk kita hirup, sayuran hijau, hewan-hewan ternak, dan tanaman pangan untuk kita makan, juga pemandangan alamnya yang memesona. Semuanya terjadi hanya jika kita merawat dan mengelolanya dengan baik.
Tapi memang kini kita telah menyaksikan dan merasakan kehidupan yang tidak seimbang. Generasi kita cenderung semakin menjauhkan diri dengan Sang Penciptanya. Hubungan antar manusia mulai terkalahkan oleh kecanduan teknologi. Begitu juga alam lingkungan semakin menunjukkan ketidakramahannya. Tak ada jalan lain untuk bisa tetap hidup sehat dan berkualitas, selain memperbaiki hubungan yang telah rusak itu. []
Saya, Budi Manfaat.
|salam sukses sejati!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar